Dana kelolaan reksadana tumbuh 5,47%, investor masih agresif beli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri reksadana Indonesia kembali menunjukkan ketangguhannya di tengah dinamika pasar keuangan. Hingga April 2026, sektor ini mencatatkan tren kinerja positif yang didorong oleh minat investor yang tetap solid.

Advertisements

Berdasarkan data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total dana kelolaan atau asset under management (AUM) di industri pengelolaan investasi nasional mencapai Rp 1.072,64 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 2,87% secara year-to-date (YTD).

Reksadana tampil sebagai kontributor utama dalam pencapaian tersebut dengan nilai AUM menyentuh Rp 694,72 triliun, atau tumbuh 5,47% YTD. Sementara itu, Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) mencatatkan AUM sebesar Rp 319,83 triliun, yang mengalami koreksi tipis sebesar 2,66% YTD.

Baca Juga: Tekanan Eksternal Berat, Rupiah Berpeluang Sentuh Rp 18.000 per Dolar AS di Akhir 2026

Advertisements

Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, menjelaskan bahwa nilai aktiva bersih (NAB) reksadana kini mencapai Rp 711,89 triliun. Capaian ini tumbuh sebesar 2,32% secara month-to-date (MTD) dan meningkat 5,41% jika dihitung secara YTD.

“Kinerja industri reksadana yang tetap terjaga ini ditopang oleh kecenderungan investor reksadana untuk tetap melakukan subscription,” ujar Hasan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan April 2026, Selasa (5/5/2026).

Data menunjukkan bahwa arus masuk dana atau net subscription tercatat sebesar Rp 8,11 triliun secara MTD. Secara kumulatif sejak awal tahun, total net subscription telah mencapai Rp 37,24 triliun, naik signifikan dari posisi Maret 2026 yang berada di angka Rp 29,12 triliun. Menurut Hasan, tren ini membuktikan bahwa reksadana masih menjadi instrumen investasi pilihan bagi masyarakat di tengah fluktuasi pasar.

Sebagai langkah strategis untuk memperkuat integritas dan pendalaman pasar modal, OJK resmi meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana, yang dikenal dengan nama PINTAR Reksa Dana. Inisiatif ini dirancang khusus untuk memperluas basis investor domestik, khususnya pada instrumen reksadana.

Baca Juga: Rosan Akui Danantara Sudah Masuk Jadi Pemegang Saham GOTO

Program PINTAR Reksa Dana ini merupakan bagian dari peta jalan strategis OJK untuk memperdalam pasar modal nasional secara terintegrasi, yang diwujudkan melalui sinergi berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan di industri keuangan.

Summary

The Indonesian mutual fund industry showed strong resilience, with its asset under management (AUM) reaching Rp 694.72 trillion by April 2026, marking a 5.47% year-to-date growth. This significantly contributed to the national investment management sector’s total AUM of Rp 1,072.64 trillion, which grew by 2.87% YTD. The Net Asset Value (NAV) of mutual funds also saw positive trends, reaching Rp 711.89 trillion, up 5.41% YTD.

This sustained positive performance is attributed to continuous investor subscriptions, with cumulative net subscriptions reaching Rp 37.24 trillion year-to-date. This trend indicates that mutual funds remain a preferred investment instrument for the public amidst market fluctuations. To further strengthen the capital market and expand the domestic investor base, the OJK launched “PINTAR Reksa Dana,” a planned and regular mutual fund investment program.

Advertisements