Jaringan pipa gas Cirebon-Semarang II siap beroperasi

Pertamina Gas Ditunjuk Kelola Jalur Pipa Gas Batang–Cirebon–Kandang Haur Timur, Perkuat Konektivitas Energi Jawa

Advertisements

PT Pertamina Gas (Pertagas) telah resmi dipercaya sebagai operator untuk jalur pipa gas bumi Batang–Cirebon–Kandang Haur Timur, yang dikenal sebagai Cisem II. Penunjukan ini dilakukan setelah Pertagas memenangkan tender mitra yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keberhasilan ini memperkuat posisi Pertagas dalam pengelolaan infrastruktur gas nasional, seiring dengan pengoperasian Cisem I yang telah dimulai sejak tahun 2023.

Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, menyatakan bahwa pengalaman dalam mengelola Cisem I menjadi aset berharga untuk mengoperasikan seluruh jaringan pipa transmisi ini. “Ketersediaan infrastruktur gas yang terintegrasi dan andal merupakan kunci untuk mempercepat transisi energi nasional dengan gas bumi,” ujar Indra, mengutip keterangan tertulis pada Kamis, 7 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa gas yang disalurkan melalui pipa Cisem akan memenuhi kebutuhan energi bersih bagi industri dan berbagai sektor lainnya, sekaligus memberikan nilai tambah bagi sektor hulu migas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pipa Cisem II merupakan bagian integral dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk menyatukan jaringan pipa gas bumi nasional. Proyek ini menjawab tantangan historis di mana lokasi sumber gas dan pusat konsumsi industri seringkali berjauhan. Pembangunan konektivitas melalui jaringan Pipa Transmisi Cirebon–Semarang dan Pipa Transmisi Gresik–Semarang, termasuk Cisem II, menjadi solusi krusial. Dengan panjang mencapai sekitar 242 kilometer, Pipa Cisem II diprediksi akan menjadi “game changer” bagi sistem distribusi gas di Pulau Jawa.

Advertisements

“Karena terhubung dengan infrastruktur eksisting Pertagas di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Pipa Cisem II akan memperkuat keandalan penyaluran infrastruktur energi di Pulau Jawa,” jelas Indra. Perlu dicatat bahwa Pipa Cisem II melengkapi ruas Cisem I, yang sebelumnya telah beroperasi terlebih dahulu antara Semarang dan Batang, sebagai bagian dari jaringan Pipa Transmisi Cirebon–Semarang.

Direktur Teknik dan Operasi Pertagas, Agung Indri Pramantyo, menguraikan bahwa jaringan Cisem II kini telah terintegrasi penuh dengan Cisem I di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah. Integrasi ini juga mencakup koneksi ke Stasiun Kandang Haur Timur di Jawa Barat. Agung menekankan bahwa penguatan pasokan energi ini tidak hanya vital bagi sektor strategis seperti kilang minyak, industri pupuk, dan pembangkit listrik, tetapi juga mendukung inisiatif pemerintah dalam pengembangan jaringan gas untuk rumah tangga dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sepanjang koridor pipa.

“Integrasi ini membentuk sistem jaringan pipa yang terpadu, memberikan fleksibilitas operasional, dan meningkatkan keandalan infrastruktur gas bumi,” ungkap Agung. Keberadaan dan integrasi jaringan pipa Cisem II ini menandai langkah maju yang signifikan dalam memperkuat ketahanan dan efisiensi energi di Pulau Jawa.

Summary

PT Pertamina Gas (Pertagas) has been appointed as the operator for the Batang–Cirebon–Kandang Haur Timur gas pipeline, known as Cisem II, after winning a tender from the Ministry of Energy and Mineral Resources. This appointment builds on Pertagas’s experience managing Cisem I, which began operations in 2023. The integrated and reliable gas infrastructure is considered key to accelerating the national energy transition with natural gas, providing clean energy for industries and other sectors, and boosting the national economy.

Cisem II is a National Strategic Project designed to connect national gas pipelines, addressing the historical challenge of distance between gas sources and industrial centers. This approximately 242-kilometer pipeline is expected to significantly enhance gas distribution in Java by connecting to Pertagas’s existing infrastructure in West, Central, and East Java. Its integration with Cisem I at the Batang Integrated Industrial Area and connection to Kandang Haur Timur Station will strengthen energy supply reliability for critical sectors like oil refineries, fertilizer industries, power plants, and support government initiatives for household and SME gas networks.

Advertisements