
Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara kini menjadi sorotan publik sekaligus memicu tanda tanya besar terkait masa depan Bandara Kertajati di Majalengka. Instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengaktifkan kembali bandara di jantung Kota Bandung ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memulihkan denyut ekonomi daerah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa Bandara Husein memiliki rekam jejak ekonomi yang kuat. Pada tahun 2019, bandara ini melayani sekitar 3,8 juta penumpang, yang terdiri dari 3 juta penumpang domestik dan 800 ribu penumpang internasional. Farhan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung memiliki ambisi besar untuk mengembalikan kejayaan bandara tersebut demi menggenjot pertumbuhan ekonomi lokal.
Arahan reaktivasi ini muncul tidak lama setelah kunjungan Presiden Prabowo ke Kota Bandung pada 25 Mei 2026. Menurut Farhan, Presiden menginstruksikan agar Bandara Husein dan Bandara Adi Sucipto di Yogyakarta diaktifkan kembali secara bersamaan untuk memperkuat dukungan bagi ekonomi wilayah setempat.
Instruksi ini tentu menarik perhatian banyak pihak, mengingat sebelumnya sebagian besar penerbangan komersial dari Bandung dialihkan ke Bandara Kertajati. Namun, perpindahan tersebut kerap menuai keluhan dari masyarakat dan pelaku usaha terkait aksesibilitas serta jarak tempuh yang dianggap kurang efisien. Farhan meluruskan bahwa sebenarnya Bandara Husein tidak pernah benar-benar tutup total, karena hingga kini masih melayani penerbangan terbatas menggunakan pesawat baling-baling untuk rute antarkota di Pulau Jawa.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Bandung kini mulai menyiapkan pembenahan infrastruktur penunjang di sekitar bandara. Salah satu fokus utamanya adalah memperbaiki akses keluar-masuk dari arah Tol Pasteur yang melintasi kawasan PT Dirgantara Indonesia dan kompleks TNI AU. Selain itu, penyelesaian proyek Jalan Layang Nurtanio diharapkan menjadi solusi krusial untuk mengurai kepadatan kendaraan dari wilayah barat maupun timur Kota Bandung menuju bandara.
Di sisi lain, Farhan menegaskan bahwa nasib Bandara Kertajati sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat karena statusnya sebagai Proyek Strategis Nasional. Pemerintah daerah tidak memiliki wewenang untuk menentukan arah kebijakan Kertajati, termasuk wacana pengembangannya sebagai pusat pemeliharaan dan overhaul pesawat.
Saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah menyusun kajian teknis terkait reaktivasi Bandara Husein, termasuk skema investasi yang melibatkan pemerintah pusat, provinsi, hingga kota. Farhan berharap perhitungan biaya dan porsi investasi dapat diselesaikan tahun ini.
Mengingat anggaran tahun 2026 yang sebagian besar telah berjalan, proyek ini berpeluang menggunakan skema pinjaman luar negeri. Farhan menekankan pentingnya kejelasan mengenai pengelolaan dana tersebut, terutama terkait kewajiban pengembalian pinjaman di masa depan.
Pilihan Editor: Jika Bandara Kertajati Jadi Bengkel Hercules
Summary
President Prabowo Subianto has instructed the reactivation of Husein Sastranegara Airport in Bandung, aiming to revitalize the local economy. Bandung Mayor Muhammad Farhan highlighted the airport’s significant economic track record, having served 3.8 million passengers in 2019, comprising 3 million domestic and 800,000 international travelers. This move comes after many commercial flights were redirected to Kertajati Airport, a decision that often led to public complaints regarding accessibility, despite Husein Sastranegara never fully closing and continuing limited propeller flight operations within Java.
The Bandung City Government is now preparing infrastructure improvements around the airport, focusing on better access from the Pasteur Toll Road and completing the Nurtanio Flyover. Meanwhile, the fate of Kertajati Airport, designated a National Strategic Project, remains under the central government’s purview. Bappenas is currently conducting a technical study and investment scheme for Husein Sastranegara’s reactivation, with potential funding through foreign loans, hoping to finalize cost calculations and investment allocations this year.