
Pada kunjungan penting yang menegaskan komitmen nasional, Presiden Prabowo Subianto tiba di Pulau Miangas, titik paling utara Indonesia, pada Sabtu (9/5). Momen bersejarah ini dimanfaatkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk membagikan ratusan modem Starlink dan ratusan ponsel pintar kepada masyarakat setempat.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial; Presiden Prabowo secara langsung memastikan ketersediaan layanan internet dan perangkat digital bagi seluruh warga Miangas. Penguatan infrastruktur digital ini dinilai krusial agar masyarakat dapat beraktivitas digital tanpa kendala, membuka peluang baru bagi mereka.
Di hadapan masyarakat Pulau Miangas, yang merupakan bagian dari Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu (9/5), Presiden Prabowo menegaskan, “Kami akan memperkuat jaringan supaya ponsel bisa beroperasi di sini. Ibu Menteri Komdigi akan memberikan Starlink dan ponsel untuk semua KK [Kepala Keluarga].” Pernyataan ini, dikutip dari keterangan pers Minggu (10/5), menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap pemerataan akses.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang turut mendampingi Presiden, menegaskan visi pemerintah yang lebih luas. Beliau menyatakan bahwa pemerintah secara konsisten berupaya memperluas akses digital hingga ke pelosok dan pulau terluar. “Hari ini,” ujar Meutya Hafid, “kami bersama-sama mewujudkan koneksi yang tidak terbatas dari Sabang sampai Merauke, dari Rote sampai Miangas,” sebuah deklarasi yang menandai tekad untuk menyatukan seluruh penjuru negeri melalui teknologi.
Sebagai implementasi nyata dari arahan tersebut, Kementerian Komdigi telah sigap menyiapkan berbagai dukungan infrastruktur dan perangkat telekomunikasi esensial. Sebanyak ratusan unit modem Starlink dan ratusan unit telepon seluler secara langsung didistribusikan kepada masyarakat setempat, memastikan mereka siap menghadapi era digital.
Tidak hanya sebatas penyaluran perangkat, Kementerian Komdigi juga mengambil langkah proaktif dengan melakukan penguatan sinyal Base Transceiver Station (BTS) secara menyeluruh. Upaya ini terwujud berkat kolaborasi strategis dengan BAKTI dan Telkomsel, menunjukkan pendekatan komprehensif dalam peningkatan konektivitas.
Melalui sinergi ini, diharapkan koneksi internet yang lebih stabil dan andal dapat dinikmati oleh seluruh warga Pulau Miangas, mendukung segala bentuk aktivitas digital mereka mulai dari pendidikan hingga ekonomi.
Menteri Komdigi Meutya Hafid lebih lanjut menekankan bahwa konektivitas yang merata bukan sekadar fasilitas, melainkan fondasi krusial bagi pemerataan kesempatan. Ini adalah landasan untuk memastikan setiap warga negara memiliki peluang yang sama dalam era digital, terlepas dari lokasi geografis mereka.
Beliau memberikan contoh nyata, “Anak-anak di Miangas berhak mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak-anak di Pulau Jawa. Demikian pula, pelaku usaha kecil di sini juga harus mampu mengembangkan usahanya untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” menggambarkan dampak positif konektivitas pada pendidikan dan ekonomi lokal secara konkret.
Visi ini diperkuat dengan target ambisius Kementerian Komdigi untuk memastikan 2.500 desa di seluruh Indonesia yang saat ini belum terhubung dapat menikmati layanan internet pada akhir tahun ini. Ini merupakan langkah fundamental dalam percepatan pembangunan Indonesia Digital secara menyeluruh, menciptakan ekosistem digital yang inklusif.
Secara keseluruhan, kunjungan Presiden Prabowo ke Pulau Miangas menjadi simbol kuat dari komitmen pemerintah untuk tidak hanya membangun dari pusat, tetapi juga untuk secara aktif hadir di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), memastikan pemerataan pembangunan dan kesempatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Summary
President Prabowo Subianto visited Miangas Island, Indonesia’s northernmost point, to underscore the government’s commitment to developing remote and outermost regions. During this visit, the Ministry of Communication and Digital (Komdigi) distributed hundreds of Starlink terminals and smartphones to local residents to enhance digital connectivity. Minister Meutya Hafid confirmed that this initiative aims to ensure equitable internet access, allowing citizens in border areas to enjoy the same opportunities as those in more developed parts of the country.
To support this goal, the Ministry is actively strengthening signal infrastructure through collaboration with BAKTI and Telkomsel. This effort is part of a broader national strategy to provide internet access to 2,500 currently unconnected villages by the end of the year. By improving digital connectivity, the government seeks to foster economic growth and educational parity, effectively integrating remote communities into the national digital ecosystem.