Keputusan radikal AC Milan setelah gagal lolos ke Liga Champions 2026/2027

Efek Domino di AC Milan: Perombakan Total Manajemen Pasca Gagal ke Liga Champions

Advertisements

AC Milan merasakan dampak domino yang signifikan setelah gagal mengamankan tiket Liga Champions musim depan melalui jalur domestik. Kegagalan besar di akhir kompetisi musim ini mendorong klub untuk mengambil keputusan radikal, yang berujung pada kepergian sejumlah figur kunci di jajaran manajemen.

Menyusul kegagalan tragis Rossoneri melaju ke Liga Champions, perubahan besar-besaran terpaksa dilakukan. CEO, Direktur Olahraga, Direktur Teknik, dan pelatih kepala, semua nama penting yang selama ini mengisi posisi strategis tersebut, dipastikan harus angkat kaki dari San Siro. Keputusan ini merupakan konsekuensi langsung dari pencapaian yang tidak sesuai harapan.

Gerry Cardinale, pemilik AC Milan, secara resmi mengonfirmasi perubahan ini. Ia menyatakan pemahamannya terhadap kekecewaan para penggemar. “Setelah kekecewaan tahun lalu, mandat yang ditetapkan oleh manajemen klub ini adalah bisa kembali ke Liga Champions dan membangun fondasi untuk meraih kemenangan secara konsisten di puncak Serie A,” ujar Cardinale dalam pernyataan resminya melalui Red Bird. Ia menambahkan, “Sepanjang sebagian besar musim ini, kami berada di posisi dua teratas, dan punya peluang cukup besar untuk memperebutkan scudetto. Namun, performa di akhir musim benar-benar tidak konsisten, kekalahan mengecewakan melawan Cagliari akhirnya mengubah musim ini menjadi kegagalan total.”

Advertisements

Cardinale menegaskan bahwa ini adalah waktunya untuk perubahan dan reorganisasi menyeluruh di bagian operasional. “Mulai sekarang kami berpisah dengan CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, pelatih kepala Massimiliano Allegri, dan Direktur Teknik Geoffrey Moncada,” tegasnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mereka selama menjabat. “Pengumuman lebih lanjut mengenai penunjukkan selanjutnya akan disampaikan pada waktunya, dengan tujuan siap dan dipersiapkan dengan baik untuk musim berikutnya,” pungkasnya.

Performa AC Milan: Momentum Tergelincir di Momen Krusial

Jika menilik perjalanan AC Milan di Serie A musim ini, penampilan awal tim sungguh mengesankan. Meskipun sempat terpeleset di kandang melawan Cremonese pada laga perdana, Rossoneri bangkit dengan performa yang tak terbendung. Mereka berhasil meraih 25 laga tak terkalahkan beruntun di liga, mulai dari pekan kedua hingga ke-25.

Titik balik performa AC Milan mulai terlihat setelah kemenangan atas rival abadi mereka, Inter Milan, di pekan ke-28. Sejak saat itu, hasil yang kurang memuaskan mulai menghantui tim hingga akhir musim. Kekalahan dari Lazio pada pekan ke-29 menjadi awal dari inkonsistensi yang merusak momentum. Meskipun sempat meraih kemenangan atas Torino, AC Milan kembali tersandung dalam dua laga beruntun melawan Napoli dan Udinese.

Catatan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan dalam lima pertandingan terakhir menjadi bukti nyata bahwa AC Milan kehilangan arah di penghujung musim. Tim yang awalnya bersaing ketat dalam perburuan Scudetto dan zona Liga Champions, akhirnya harus meratapi nasib buruk. Puncaknya adalah kekalahan tragis 1-2 dari Cagliari di laga penentuan, yang membuat AC Milan harus rela terlempar ke posisi kelima klasemen akhir Serie A dengan 70 poin.

Akibatnya, AC Milan hanya mampu mengamankan tiket Liga Europa, bersama Juventus. Kegagalan ini, hanya berbeda satu poin dari Como 1907 yang secara mengejutkan berhasil mengunci slot Liga Champions, menjadi pemicu utama perombakan total di tubuh manajemen klub.

Summary

AC Milan has undergone a radical management overhaul following their failure to qualify for the 2026/2027 Champions League through domestic qualification. The club’s disappointing end to the season has led to the departure of key figures, including the CEO, Sporting Director, Technical Director, and head coach. Owner Gerry Cardinale confirmed these changes, acknowledging fan disappointment and emphasizing the mandate to return to Champions League contention and build for consistent Serie A success.

The decision comes after a season where AC Milan initially showed strong form, enjoying an impressive 25-game unbeaten run in Serie A. However, their performance significantly declined in the latter stages of the season, marked by inconsistency and crucial losses. This downturn culminated in a final-day defeat that saw them finish fifth in the league, securing a Europa League spot instead of the Champions League. This failure, exacerbated by their narrow point deficit to a surprisingly qualifying Como 1907, has triggered the extensive restructuring of the club’s operational leadership.

Advertisements